Tuesday, 7 October 2014

Merindu Hujan




Sepi serupa kerikil di ulu hati
Menggetarkan dada sampai pagi
Membelai hangat tapi nyeri
Mencaci tanpa arti

Sepi tak suka hujan
Ia tanpa daya disana

Tapi dimana kusimpan resep meracik mendung?
Tak ada di saku celana apatah lagi di lemari tetangga
Ah, sudahlah, mungkin ia hilang ujung










No comments:

Post a Comment